Jumat, 09 November 2012

Trading Komoditi


Perdagangan komoditi
Komoditi atau trading komoditi selalu menjadi instrumen primadona bagi kebanyakan manajer investasi global. Secara otomatis perputaran modal yang terjadi di pasar komoditi cukup bersaing.
Komoditi dapat diartikan sebagai sesuatu yang bersubstansi fisik, seperti hasil pertanian dan hasil pertambangan. Dimana investor atau trader dapat melakukan pembelian atau penjualan baik melalui pasar futures maupun spot. Instrumen ini merupakan salah satu dari sebagian kecil instrumen investasi, dimana partisipan yang memiliki modal kecil dapat terlibat dan meraup keuntungan besar dalam waktu yang relatif singkat.
Akan tetapi, komoditi sebagai lahan trading memiliki reputasi tinggi dalam tingkat resiko, khususnya bagi kalangan investor individu. Pada kenyataannya, resiko trading dalam pasar komoditi tidak akan lebih dari resiko yang sudah Anda tentukan sendiri. Selebihnya adalah masalah resiko pergerakan harga, yang cenderung sama dengan resiko pergerakan harga aset yang lain seperti saham atau obligasi.
Yang perlu Anda lakukan adalah mengenali dan memonitor faktor yang menggerakkan harga, seperti pajak, inflasi, suku bunga, cuaca, transportasi dan biaya teknologi, yang masing-masing memiliki perbedaan efek terhadap setiap komoditi.
Secara umum komoditi terbagi dua, yang pertama komoditi keras yang umumnya adalah hasil pertambangan seperti emas, perak, minyak, dan komoditi lain yang memiliki keterbatasan sumber di bumi dan pada umumnya memerlukan sumber daya dan dana tinggi untuk memperolehnya. Yang kedua adalah komoditi lunak yang merupakan hasil pertanian seperti gula, coklat, kopi dan lain-lain. Tabel 1 memberikan contoh lebih detil mengenai komoditi.
tipe komoditi
Tabel 1: Tipe-tipe komoditi
Karena banyaknya jenis komoditi yang diperdagangkan di pasar dunia, fokus kita pada buku ini hanya dibatasi pada sebagian dari komoditi keras seperti emas, perak dan minyak. Ketiga instrumen tersebut dapat diperdagangkan pada pasar spot, futures atau option, pada umumnya sudah berbentuk kontrak yang dapat diperjualbelikan dengan lebih mudah. {break}

Logam

Sejarah mencatat bahwa logam sudah memiliki nilai tinggi sejak dahulu kala. Terutama logam mulia seperti emas dan perak yang selama berabad-abad telah menjadi alat tukar dalam transaksi perdagangan. Termasuk perdagangan internasional, sebelum diciptakan uang fisik seperti sekarang.

Tingginya nilai logam di mata dunia tersebut masih bertahan hingga saat ini. Emas dan perak oleh kebanyakan investor masih dianggap sebagai lahan investasi yang terus bersinar.

Kontrak komoditi futures logam mulia sama halnya dengan kontrak komoditi future lain yang berisi perjanjian penyerahan ke depan pada harga tertentu. Kontrak ini sudah resmi distandarkan oleh lembaga dunia dalam ukuran, kualitas, waktu dan tempat yang ditentukan.

Seperti halnya komoditi lain, emas dan perak dapat diperdagangkan dalam bentuk spot atau option selama 24 jam sehari.

Cara berinvestasi emas

Melalui perkembangan teknologi dan trading komoditi, emas dapat diinvestasikan melalui berbagai cara. Serta dengan cakupan produk yang luas seperti, Gold Bullion, Gold Certificates, Gold Accounts, Gold Exchange Traded Funds (ETFs), Gold Mining Shares dan Gold Mutual Funds.

1. Emas Bullion

Anda dapat membeli komoditi emas secara langsung dalam bentuk batangan atau koin. Jika Anda membeli gold bullion (emas dalam skala besar) atau koin emas, Anda berarti berurusan dengan emas secara fisik. Dalam hal ini, kehatian-hatian perlu dipertimbangkan, terutama masalah penyimpanan dan asuransi.

Membeli emas secara fisik merupakan cara investasi populer sejak berabad-abad lalu. Logam mulia ini memberi jaminan bagi investor bahwa nilai asset ini tidak akan pernah bernilai nol, seperti yang mungkin terjadi pada saham atau instrumen finansial lain.

2. Sertifikat Emas (Gold Certificates)

Membeli sertifikat emas merupakan salah satu cara untuk memiliki emas  secara tidak langsung. Anda hanya akan memegang sertifikat tanpa memegang bentuk fisiknya. Investor akan diuntungkan dari segi keamanan dan masalah penyimpanan. Namun, cara ini masih belum populer dimata investor karena  mereka masih belum merasa memiliki emas jika tidak memiliki fisiknya.

3. Rekening Emas (Gold Accounts)

Beberapa bank telah menyediakan rekening emas, dimana Anda dapat melakukan pembelian, penjualan ataupun penyimpanan emas. Rekening ini umumnya terbagi dua model, rekening yang teralokasi dan rekening yang tidak teralokasi.

Dalam rekening yang teralokasi, emas yang Anda beli tersimpan dalam kotak/tempat penyimpanan yang aman dan kepemilikan sepenuhnya berada di tangan Anda. Deposit box disediakan oleh pihak bank, Anda hanya harus membayar biaya sewa dan asuransi untuk jasa pelayanan tersebut. Sementara untuk rekening yang tidak teralokasi, Anda tidak mempunyai alokasi kepemilikan emas, sehingga Anda tidak pelu membayar sewa atau asuransi. Namun, pihak penyimpan memiliki hak untuk  menyewakan emas yang Anda simpan{break}

4. Emas Exchange Traded Funds (ETF)

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar