This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 13 November 2012

Moving Average (MA) | Relative Strength Index (RSI)


Relative strength index (RSI) dan Moving average (MA) salah satu penyusun sistem dalam trading

Moving average (MA) dan Relative Strength Index (RSI) akan banyak dibahas dalam bagian ini, kita akan mempelajari penyusunan metode trading berdasarkan analisa teknikal. Untuk memudahkan proses penyusunan, dalam buku ini kita hanya akan membahas dan menggunakan dua indikator yang paling populer saja, yakni Moving Average dan RSI. Kedua indikator tersebut akan digunakan dalam studi kasus selanjutnya.

Moving Average merupakan indikator teknikal yang paling luas digunakan oleh investor dan trader diseluruh dunia, karena kemampuannya menghilangkan faktor subjektif dari setiap analis. Moving Average dapat diartikan sebagai perubahan harga rata-rata dalam satu timeframe tertentu. Misalnya MA 20, yang merupakan harga rata-rata selama 20 periode grafik tertentu. Jika diaplikasikan kedalam grafik Daily, MA 20 berarti harga rata-rata selama 20 hari perdagangan. Demikian juga untuk H1, MA 20 = rata-rata harga selama 20 jam terakhir.

Tipe Moving Average

Dari cara perhitungan rata-rata harga, MA terbagi dalam 3 model:

1. Simple Moving Average (SMA)

Model MA ini adalah model murni rata-rata pergerakan harga dan merupakan yang paling luas digunakan. Perhitungannya diambil dari penjumlahan dari seluruh data kemudian dibagi dengan jumlah periode yang di observasi.

2. Weighted Moving Average (WMA)

Perhitungan WMA diambil berdasarkan pembagian dari jumlah keseluruhan periode. Misalnya, WMA 5 hari, merupakan penjumlahan seluruh data dibagi jumlah periode;1+2+3+4+5=15. Perbedaan dengan SMA terletak pada tingkat sensitivasnya. WMA lebih sensitif dibanding SMA. Sehingga lebih cepat menghasilkan sinyal dibanding SMA, namun memiliki lebih banyak noise.
{break}
3. Exponential Moving Average (EMA)

EMA adalah MA yang berusaha menjawab persoalan antara SMA dan WMA, dengan perhitungan yang lebih rumit diantara ketiganya. Misalnya, untuk membuat EMA 20 hari, maka diperlukan data MA 20 hari terlebih dahulu, baru kemudian data ini dijadikan sebagai titik perhitungan awal, untuk diambil selisih dan pembaginya. Perhitungan EMA, sudah dilakukan otomatis oleh trading platform yang ada. EMA mampu mengenali perubahan tren lebih awal, dibanding SMA, namun memiliki noise yang lebih rendah dibanding WMA.
Exponential Moving Average
Gambar 1 Tiga jenis moving average
Dalam gambar 1 diatas kita dapat melihat perbedaan dari ketiga jenis Moving Average. Weighted bergerak lebih cepat, sementara Exponential bergerak lebih cepat dibanding Simpe MA, namun masih mampu memberikan sinyal lebih cepat dibanding simple Moving Average.

Penggunaan moving average

Ada banyak cara untuk menggunakan MA sebagai alat dalam menentukan tren dan perubahan nya, dan cara tersebut semakin hari semakin berkembang. Beberapa gambaran umum penggunaan MA dibawah ini dapat dijadikan panduan;
  • Mengenali tren
Moving average dapat dijadikan sebagai indikator untuk mengenali tren dengan membandingkan pergerakan harga terhadap garis MA. Tren naik dapat  dikatakan telah terjadi ketika harga bergerak di atas MA, turun ketika harga bergerak di bawah MA.
{break}
  • Support and Resistance areamoving average tips
MA juga berfungsi sebagai support dan resistance pergerakan harga. Seperti pada gambar 2 MA berfungsi sebagai support ketika Euro mengalami rally dari bulan Februari hingga April 2008, setelah berhasil menembus level support pada bulan Agustus’08, garis MA kemudian berfungsi sebagai resistance hingga Mei 2009.
moving average sebagai support dan resistance Gambar 2 MA sebagai support dan resistance
Ketika harga berada diatas MA, MA bertindak sebagai support dan ketika harga berada di bawah MA, MA bertindak sebagai resistance.
  • Identify reversal opportunities
MA juga dapat digunakan untuk mencari indikasi perubahan tren harga, sekaligus menemukan level entry dan exit transaksi. Ada dua cara utama untuk mendapatkan hasil tersebut:

Pemotongan garis MA oleh harga.

Perubahan tren harga dapat dikenali ketika harga memotong ke atas atau ke bawah garis MA. Jika harga memotong ke atas garis MA, maka tren naik sedang dimulai. Dan jika harga memotong ke bawah garis MA, maka tren turun dapat dikatakan sedang dimulai.
{break}  
Perpotongan antara garis MA

Perpotongan antara garis MA dikenal dengan istilah crossover method. Umumnya crossover menggunakan dua atau lebih garis MA yang saling berbeda periode. Crossover yang paling terkenal dan masih memiliki validitas tinggi adalah double crossover method. Metode ini yang seterusnya akan kita gunakan dalam pembahasan selanjutnya.
moving everage double crossove
Gambar 3 Double crossover method, Euro Hourly, Mei 2009
Konsep crossover berarti, MA akan menghasilkan sinyal trend naik ketika garis MA periode yang lebih pendek memotong ke atas garis MA periode yang lebih panjang, dan sinyal tren turun terjadi ketika garis MA pendek memotong ke bawah garis  MA periode yang lebih panjang. Kombinasi klasik yang populer untuk metode ini adalah; 5 dan 10, 10 dan 50, 20 dan 50.

Dalam gambar 3, di dalam grafik euro sejak tanggal 5 hingga 14 Mei 2009, terdapat dua kali crossover, yang pertama menghasilkan kerugian dan yang kedua menghasilkan keuntungan cukup besar.

Crossover bekerja dalam kondisi terbaik pada saat harga mengalami tren satu arah, seperti yang diilustrasikan dalam figure 4, terhadap USD JPY, Hourly.
moving everage crossover method
Gambar 4 Crossover method, USDJPY Hourly, Mei 2000  {break}
Relative Strength Index (RSI)

Indikator ini adalah indikator ke dua yang akan kita bahas dalam buku ini. RSI merupakan salah satu indikator yang paling luas digunakan oleh trader dan investor.

Dikembangkan oleh J. Welles Wilder Jr. sejak tahun 1970-an dan pertama kali dipublikasikan melalui bukunya New Concepts in Technical trading systems.

Ada banyak penggunaan RSI yang diperkenalkan oleh Wilder dalam bukunya tersebut, namun kita hanya akan membahas bagian terpenting yang masih memiliki validitas tinggi.

RSI mungkin dapat didefinisikan sebagai indikator yang mengukur kekuatan relatif pasar berdasarkan perbandingan antara kenaikan dan penurunan, yang ditampilkan dalam bentuk indeks yang bergerak antara level 0 (nol) hingga 100.

Penggunaan RSI

Ada tiga variasi penggunaan RSI yang harus diperhatikan karena akurasi sinyalnya yang masih cenderung tinggi.

1. Identifikasi puncak dan lembah harga (Top & Bottom Recognition)

Puncak dan lembah harga diindikasikan melalui RSI yang bergerak ke atas area 70 atau turun kebawah area 30. Beberapa analis lebih menyukai penggunaan 80 sebagai area ekstrim atas atau lebih dikenal dengan istilah overbought dan area 20 sebagai level ekstrim bawah atau oversold.

Sebagai contoh, gambar 5 menunjukkan kepada Anda bagaimana RSI memberikan indikasi harga tertinggi dan terendah yang terjadi pada grafik EURJPY. Ketika harga mencapai level dasar, RSI telah memasuki area oversold di bawah level 30, kemudian harga bergerak naik membentuk puncak (top) yang diikuti oleh RSI di atas 70 (overbought), dan turun kembali membentuk dasar yang ditandai dengan penurunan RSI kembali ke bawah level 30.
{break}
relative strength index
Gambar 5  RSI indikasikan puncak dan lembah harga
2. Mengenali pola (Pattern Recognition)

Pola harga yang muncul dalam RSI mungkin tidak dapat diidentifikasikan hanya melalui grafik harga. Terkadang beberapa pola muncul lebih jelas dalam RSI dibanding pada harga sendiri.

Gambar 6 memperlihatkan ketika harga bergerak naik, RSI telah membentuk pola head and shoulder yang pertama, dan lebih dulu mengalami breakout dibanding harga ketika menembus garis tren. Pada pola head & shoulder kedua, baik harga maupun RSI secara bersamaan menembus garis tahanan. Setelah berhasil breakout neckline H&S, RSI kemudian membentuk pola triangle yang hanya diindikasikan oleh garis support dalam harga.
RSI pola grafik
Gambar 6 Pola grafik dalam RSI terkadang lebih mudah dikenali {break}
3. Failure swings atau Divergence

Penggunaan yang ketiga ini adalah penggunaan yang paling banyak diawasi oleh trader karena kekuatannya yang cukup besar dalam menghasilkan pergerakan pasar. Divergence terjadi ketika harga membentuk level tertinggi atau terendah baru namun tidak diikuti oleh pembentukan level tertinggi atau terendah baru RSI.

Misalnya dalam tren naik seperti dalam gambar 7, harga membentuk level tertinggi baru namun RSI mengalami kegagalan membentuk level tertinggi baru, kegagalan ini disebut dengan failure swing dan akhirnya membentuk divergence.
RSI divergen
Gambar 7 Poweful divergence pada USDCHF, Daily.
Maksud dari divergence adalah pasar telah kehilangan kekuatan ketika high terbaru tersebut dibentuk. Demikian juga saat penurunan, harga membentuk low baru namun RSI mengalami kegagalan sehingga membentuk bullish divergence. Divergence memiliki implikasi reversal, dalam arti jika terjadi dibawah akan memberikan dorongan bullish dan jika terjadi di atas akan memberikan dorongan bearish.

Kombinasi antara moving average dan RSI

Penggunaan dua indikator diatas, seperti halnya penggunaan indikator yang lain, sangat tergantung pada pribadi penggunanya. Hal yang perlu diperhatikan sebelum penyusunan metode trading, adalah karakter, kemampuan modal dan strategi yang Anda pilih.

Panduan kombinasi

Anda dapat menggunakan poin-poin di bawah ini sebagai panduan untuk menggabungkan dua indikator tersebut:
  • Moving Average adalah indikator yang digunakan sebagai filter dari fluktuasi harga, ditujukan untuk mengenali tren dan perubahan tren yang terjadi.
  • MA periode lebih pendek bergerak sangat dekat dengan harga. Semakin kecil periode yangdipilih semakin kecil pula jarak MA dengan harga, sehingga swing yang terjadi selama pergerakan harga berlangsung tidak dapat diperhalus oleh MA, dengan demikian frekuensi terjadinya noise atau sinyal failure-pun semakin tinggi.
  • Namun di sisi lain, penggunaan MA dengan periode ini akan menghasilkan sinyal yang relatif jauh lebih cepat. Semakin panjang periode MA yang dipilih biasanya semakin jauh pula jaraknya dengan harga running. MA ini dapat memperhalus pergerakan harga sehingga tren dapat dengan mudah dikenali. Sinyal yang dihasilkan lebih lambat namun memiliki tingkat akurasi yang jauh lebih tinggi.
  • RSI adalah indikator kekuatan pasar yang bergerak dalam batasan 0 hingga 100. Ditujukan untuk mengenali peluang berbaliknya harga dalam interval waktu yang relatif pendek. Gunakan RSI untuk level oversold ketika tren naik, untuk mencari peluang lebih murah. Dan gunakan pola RSI untuk mendapatkan level breakout terbaik, atau divergence untuk mengenali peluang berbaliknya harga.
{break}
Studi kasus
Studi kasus ini ditujukan untuk membantu Anda dalam merumuskan sinyal yang akan Anda gunakan dalam transaksi. Sehingga contoh dalam e-book ini selayaknya tidak dianggap sebagai rekomendasi, karena hanya bersifat ilustrasi yang memberikan panduan bagi Anda. Dalam studi ini mari kita mengambil contoh Swiss Franc Daily, periode Juni 2007 hingga 22 Mei 2009.
  • Pada tanggal 31 Mei 2007 seperti yang terlihat pada gambar 9.8, MA mengalami double crossover di area atas, namun RSI belum memberikan konfirmasi untuk membeli. Pada tanggal 29 Juni 2007, RSI 14 berhasil melakukan breakout ke bawah dan beberapa waktu kemudian, terjadidouble crossover. Dengan demikian, kedua indikator ini memberikan kesimpulan yang sama dan kita telah mendapatkan konfirmasi untuk menjual.

    Breakout RSI dan konfirmasi MA
    Gambar 8 Breakout RSI dan konfirmasi MA
     
  • Dalam gambar 9, terlihat pada bulan 9, 2008, CHF telah selesai membentuk pola berlanjut Head & Shoulder, sementara harga bergerak di bawah MA, yang mengindikasikan tren turun masih kuat. Breakout RSI pada garis neckline Head and shoulder mengindikasikan bearish, yang berarti masih sejalan dengan posisi MA. Disini, kita dapat membiarkan posisi sebelumnya atau menambah posisi baru.

    RSI divergen
    Gambar 9 Powerful Divergence RSI, USDCHF Daily{break}
     
  • Bulan Februari 2008, RSI selesai membentuk pola Symmetrical Triangle (garis biru pada gambar 10) dan breakout ke bawah, dengan kondisi MA yang masih stabil di atas. Keduanya memberikan indikasi bahwa penurunan masih berlanjut. Kemudian pada bulan Maret, terjadi divergence (ditandai dengan garis merah), dimana harga berhasil membentuk low baru namun RSI mengalami kegagalan, yang merupakan indikasi perubahan tren harga. Disini kita dapat mengurangi posisi yang ada untuk berjaga-jaga atau bahkan melikuidasi seluruhnya.

     RSI Divergence dan Triangle
    Gambar 10 Divergence dan Triangle pada RSI, breakout garis support pada harga. {break}
     
  • Dalam gambar 11 setelah RSI membentuk divergence, harga mengalami kenaikan hingga bulan Mei 2008, dan mengalami konsolidasi dalam range terbatas Bersamaan dengan itu, RSI membentuk pola triangle yang berhasil ditembus ke atas pada bulan Juli, yang kemudian diikuti oleh breakout harga terhadap channel line dan crossover double MA. Di sini kita melikuidasi seluruh posisi yang tersisa dan merupakan waktu baik mengambil posisi beli.

    Triangle RSI and Break of line
    Gambar 11 Triangle RSI and Break of line seen in price
     
  • Dalam gambar 12 setelah breakout, CHF mengalami kenaikan hingga Nopember 2008 Pada periode ini, RSI telah menyelesaikan pola Head and Shoulder dan Triangle yang diikuti oleh divergence pada puncak harga. Disini kembali kita sebaiknya melikuidasi posisi. Setelah harga dan RSI berhasil melakukan breakout ke bawah, double MA melakukan cross yang mengindikasikan tren turun. Namun di saat yang bersamaan, RSI membentuk divergence kembali di dasar harga yang mengindikasikan reversal (berlawanan dengan MA). Di level ini kita sebaiknya tidak mengambil posisi, sembari menunggu konfirmasi selanjutnya.

    RSI Break Head and shoulder
    Gambar 12 Break Head and shoulder pada RSI dan double cross pada MA
    {break}
     
  • Dalam gambar 13, MA kemudian memberikan konfirmasi kenaikan setelah divergence padatahap e sebelumnya. Kita mendapatkan konfirmasi membeli.  Harga kemudian mengalami kenaikan sejak bulan Januari 2009, yang kemudian diikuti oleh crossover MA. Pada fase ini kita kemudian kembali melikuidasi posisi dengan profit sangat tipis. Pada fase berikutnya, harga mengalami konsolidasi hingga 8 Mei 2009 lalu, dimana harga dan RSI secara bersamaan membentuk pola triangle

    Crossover MA dan breakout triangle RSI
    Gambar 13 Crossover MA dan breakout triangle RSI
    {break}
Breakout harga dan RSI terjadi dibarengi dengan cross MA. Pada tahap ini kita kembali mendapatkan sinyal konfirmasi untuk menjual. Posisi tersebut dapat kita pertahankan hingga satu atau dua indikator kita saling memberikan sinyal yang berlawanan. Jika kita menemukan kedua indikator memberikan sinyal yang sama, maka dari sisi kombinasi, hal ini sudah cukup sebagai dasar untuk mengambil posisi baru atau menambah posisi lama.
skenario maoving average dan RSI
Gambar 14 Skenario lengkap USDCHF, Mei 2007-Mei 2009
Skenario secara lengkap dapat disimak pada gambar 14. USD/CHF menurun dari Maret 2007 hingga Februari 2008 dan pembalikan tren terjadi yang menyebabkan uptrend dari Maret 2008 sampai ke Nopember 2008. Setelah ini, USD/CHF memasuki pola harga sideways. Jika melihat gambaran secara keseluruhan, dapat dilihat tren dan pola pada harga dan RSI.

Seperti yang sudah kita diskusikan sebelumnya, tren dapat dikenali melalui penggunaan moving average. Dan RSI dapat kita gunakan sebagai filter untuk mendapatkan konfirmasi lanjutan.

Gunakan ilustrasi diatas sebagai panduan. Anda dapat mencari, menyusun dan eksperimentasi dengan alat teknikal yang lain. Namun ingatlah untuk menjamin alat tersebut sederhana mungkin.

Review
  • Moving average adalah indikator untuk mengenali tren dan mengukur tren yang terjadi.
  • Sebuah sinyal yang dihasilkan oleh moving average didasarkan pada crossover yang terjadi baik dengan harga maupun dengan MA yang berbeda periode.
  • Relative Strength Index adalah jenis dari oscillator yang ditujukan untuk mengukur kekuatan harga dan penggunaan terbaiknya terletak pada saat harga mengalami konsolidasi atau sideway.
  • Anda dapat menggunakan moving average bersamaan dengan RSI untuk menghasilkan sinyal transaksi.

Tren Identifikasi


Jenis tren

Tren dapat didefinisikan sebagai arah specific pergerakan harga. Hal ini penting untuk dipantau untuk trading sebuah market. Banyak trader terkadang membuat rumit pengenalan tren yang harusnya sejelas dan sederhana mungkin.

Tren harga adalah kecenderungan arah pergerakan harga dalam kurun waktu tertentu. Dan dapat diklasifikasikan berdasarkan jangka waktu dan arah pergerakan.

1. Durasi Tren

Primary (Jangka Panjang) Tren harga yang bergerak dengan jangka waktu yang lebih lama, biasanya bertahan lebih dari satu tahun. Intermediate (Jangka Menengah) Tren harga yang bergerak dengan jangka waktu menengah, biasanya lebih dari 3 minggu hingga beberapa bulan. Minor (Jangka Pendek) Tren harga yang bergerak dengan jangka waktu yang lebih pendek, dari satu hari hingga beberapa minggu.

2. Arah Tren


Pergerakan harga baik primary, intermediate atau minor, biasanya cenderung menuju ke arah yang sama. Dalam analisa teknikal, tren sangat mudah dikenali dengan memahami 4 istilah dibawah ini:
  • Higher high (HH); puncak harga tertinggi
  • Higher low (HL); lembah yang lebih tinggi dari sebelumnya
  • Lower high (LH); puncak yang lebih rendah dari sebelumnya
  • Lower low (LL); lembah yang lebih rendah dari sebelumnya{break}
1. Uptrend (Tren naik)

Sederetan higher High (HH) dan Higher Low (HL).  Atau dengan bahasa lain, adalah pergerakan harga yang berulang kali membentuk puncak dan lembah yang lebih tinggi dibanding sebelumnya.
 tren naik
Gambar 1 tren naik.     
2. Downtrend (Tren turun)
Sederetan Lower High (LH) dan Lower Low (LL). Atau, secara berulang membentuk puncak dan lembah yang lebih rendah dibanding sebelumnya.
tren turun
Gambar 2 Downtrend 
3. Sideways (Konsolidasi)

Harga yang tidak membentuk sederetan HH, HL atau LH, LL. Atau harga yang secara berulang diperdagangkan dalam area yang sama.

tren sideways
Gambar 3 Sideways {break}
Penentuan tren

1. Peak & Trough analysis

Suatu tren dapat dikatakan telah terjadi ketika sudah membentuk puncak (peak) & lembah (trough) paling sedikit dua kali ke arah yang sama.

Misalnya, jika terjadi dua kali kenaikan peak & trough (P&T), maka tren naik dapat dikatakan dimulai, seperti yang diilustrasikan pada gambar 4.
  tren awal naik
Gambar 4 Awal tren naik
Dan sebaliknya, jika terjadi dua kali penurunan P&T, tren turun mendapatkan sinyal. Hal ini dapat dilihat pada gambar 5.
 tren awal turun
Gambar 5 Awal tren menurun {break}
2. Garis tren (Trend Line)

Tren juga dapat dikenali melalui penggunaan garis yang dihubungkan antara titik tertinggi atau terendah suatu pergerakan harga. Proses penentuan tren melalui garis ini hanya dapat dilakukan jika terdapat dua titik yang dapat dihubungkan. Dalam tren naik misalnya, terdapat dua kali kenaikan trough atau dua kali penurunan peak dalam tren turun. Simak gambar 6 dan 7.
 tren naik
Gambar 6 Pemotongan garis uptrend
Ketika harga memecah garis tren, hal ini adalah sinyal pertama bahwa akan ada pembalikan tren.
tren turun
Gambar 7 Pemotongan garis downtrend {break}
Support & resistance

Support adalah level dibawah harga sekarang yang memiliki kekuatan beli cukup besar sehingga mampu menahan penurunan harga lebih jauh. Resistance adalah level diatas harga sekarang yang memiliki kekuatan jual cukup besar sehingga mampu menahan kenaikan harga lebih lanjut.
tren support resistance
Gambar 8 Resistance berubah menjadi Support
Support dan resistance merupakan level tahanan, keduanya berfungsi sebagai penghambat kecepatan harga. Jika level tersebut terlewati maka harga akan membentuk level support atau resistance yang baru. Biasanya level resistance yang berhasil terlewati akan menjadi level support bagi pergerakan selanjutnya, demikian juga bagi level support yang terlewati, biasanya akan menjadi resistance bagi pergerakan harga selanjutnya.

Support dan resistance dapat diidentifikasi dengan menggunakan garis trend. Normalnya garis tren diletakkan pada harga terendah atau harga tertinggi sebelumnya.
tren support resistance
Gambar 9 Tambahan Resistance dan Support
Dalam gambar 9, terdapat contoh lain support dan resistance yang terjadi pada Poundsterling. Anda akan menemukan level support dan resistance yang dominan pada saat harga mengalami trading range atau hanya bergerak dalam area terbatas dalam waktu yang cukup panjang. Namun begitu level berhasil ditembus, umumnya pergerakan besar menyusul kemudian. Dalam kata lain, trading range biasanya terjadi sebelum pergerakan besar.{break}
Pola harga

Tren umumnya tidak berubah secara langsung dan tiba-tiba. Biasanya terdapat periode transisi sebelum perubahan tersebut terjadi. Dan selama masa transisi tersebut harga melakukan pergerakan membentuk formasi yang memiliki ciri-ciri tertentu yang mudah dikenali.

Formasi-formasi tersebut biasanya di diklasifikasikan sebagai reversal pattern dan continuation pattern. Namun implikasi dari berlanjut atau berbaliknya harga setelah menyelesaikan formasi tersebut umumnya tergantung pada ke arah mana breakout terjadi.

Dalam buku ini, kita hanya akan membahas dua pola harga yang paling umum terjadi dan memiliki efek paling tinggi.

1. Head and Shoulder


Yang pertama Head and Shoulder Pattern, sesuai namanya, adalah formasi yang mirip dengan bentuk kepala dan bahu, yang memiliki implikasi reversal. Pola ini merupakan salah satu pola klasik yang memiliki validitas tinggi.
tren pola head & shoulder
Gambar 10 Pola Head & Shoulder
Gambar 10 adalah contoh formasi pola ‘head and shoulders’ yang harus memiliki dua bahu (A dan C), dan kepala yang harus lebih tinggi dibanding kedua bahu.

Breakout terjadi ketika harga setelah membentuk bahu kanan (C) menembus garis neckline. Pergerakan harga setelah breakout tergantung jarak antara kepada dan neckline.
{break}  
Efek: Umumnya reversal, berdasarkan arah breakout terjadi

Sebagai contoh, bisa dilihat pada gambar 11. Setelah bahu kiri tercipta pada Juni dan Juli 2007, Poundsterling berhasil menciptakan high baru dan pola head tercipta [ada Agustus-Desember 2007. Harga kemudian turun lagi ke neckline and menciptakan shoulder kanan dari Maret sampai Agustus 2008. Polanya lengkap setelah harga memecah neckline pada tanggal 13 Agustus 2008. Harga mulai tren kebawah sejauh yang diindikasikan panah merah, yang juga merupakan jarak head dan neckline. and neckline.
 tren reversal
Gambar 11, Reversal Head and Shoulder pada GBP daily
2. Triangle

Triangle adalah pola harga sideway yang berbentuk segitiga, dimana kedua garis trend bergerak  saling mendekati, dan diikuti oleh harga yang membentuk sederetan lower high dan atau higher low.  Triangle memiliki banyak tipe, diantaranya symetrical, ascending dan descending, yang berbeda dari sisi klasifikasinya.

Efek: Melanjutan tren atau reversal

Untuk lebih memudahkan, bahwa hampir seluruh pola harga akan bergerak sesuai arah breakoutnya masing-masing.
{break} 
 tren Triangle berlanjut           tren Triangle berbalik arah
Gambar 12, Triangle berlanjut (continuation)       Gambar 13, Triangle berbalik arah (reversal)
Dalam gambar 12, setelah harga menyempurnakan formasi triangle, dan kemudian melakukan penetrasi ke garis triangle bagian atas. Harga bergerak sesuai dengan arah breakout. Demikian juga pada gambar 13, harga bergerak kearah breakout tetapi merupakan reversal tren yang sedang berjalan.
 tren Breakout 
Gambar 14 Euro H1, Breakout ke bawah
Euro H1 membentuk pola symetrical triangle dengan bearish breakout seperti yang diilustrasikan oleh gambar 14, kemudian harga dengan cepat kembali ke area awal pembentukan pola.

Dalam Time frame lebih besar (H4), setelah breakout tersebut, Euro  kemudian membentuk pola symetrical triangle yang lebih besar, namun membentuk bullish breakout (gambar 15).
 tren Breakout
Gambar 15 Euro H4, Breakout ke bawah
Review
  • Tren didefinisikan sebagai kecenderungan pergerakan harga dan dapat diklasifikasikan berdasarkan jangka waktu dan arah bergeraknya.
  • Tren dapat dikenali melalui posisi puncak dan lembahnya, menggunakan garis tren atau melalui indikator.
  • Pola harga dapat diklasifikasikan ke dalam 2 model, yang pertama adalah pola berlanjut, dan kedua adalah pola reversal atau pembalikan arah.
  • Umumnya efek yang dihasilkan oleh pola harga mengikuti arah breakout-nya.

Dasar Analisa Teknikal


Dasar Analisa Teknikal Bagian ini akan membahas:

Analisa teknikal dasar Definisi dan asumsi dengan Tipe grafik dan penggunaannya Konsep indikator dan oscillator

Berjalanlah ke area terbuka, dan lihatlah kondisi cuaca saat ini. Apakah Anda melihat langit cerah? Atau berawan? Atau mendung? Atau bahkan mendung yang sangat gelap? Setelah itu, ingat-ingatlah kembali cuaca apa yang biasanya menyusul?

Kita umumnya dengan analisa teknikal akan memperkirakan akan turun hujan jika saat ini melihat cuaca mendung, atau sebaliknya, jika melihat cuaca cerah, kita tidak mengharapkan hujan akan turun.

Disadari atau tidak dengan analisa teknikal, kita sedang membuat perkiraan-perkiraan tentang masa depan berdasarkan situasi atau kondisi saat ini. Perkiraan tersebut membantu kita untuk mengantisipasi apa yang mungkin terjadi. Misalnya, jika kita melihat mendung yang gelap pada puncak musim hujan, tentunya kita tidak akan keluar rumah tanpa mempersiapkan diri untuk menghadapi hujan lebat bukan?
analisa teknikalBerdasarkan analogi tersebut, dapat disimpulkan bahwa mekanisme analisa teknikal persis dengan perkiraan cuaca. Caranya sangat sederhana dan mudah dilakukan oleh semua orang. Weatherman tidak membutuhkan data lain untuk melakukan perkiraan selain melihat ke langit dan mengenali tanda-tanda dan kebiasaan sebelum turunnya hujan. Analisa Teknikal juga demikian, hanya membutuhkan grafik sebagai satu-satunya sumber data untuk menganalisis perilaku pasar dan menghasilkan perkiraan selanjutnya.

Banyak istilah dalam definisi analisa teknikal yang mungkin Anda temukan. Misalnya; analisa teknikal sebagai studi terhadap harga, studi terhadap perilaku pasar, terhadap grafik atau terhadap pola-pola harga. Dengan tujuan untuk mengenali tren atau mencari peluang entry & exit atau untuk memaksimalkan keuntungan. Tetapi tentu, Anda sendiri sadar bahwa perbedaan tersebut hanya sebatas penggunaan istilah yang berujung pada maksud yang sama. Pada intinya, analisa teknikal merupakan analisis terhadap perilaku pasar untuk mencari peluang-peluang transaksi.
{break} 
Perilaku pasar
Perilaku seluruh pihak yang terlibat di pasar hanya muncul dalam tiga bentuk aktifitas:
1. Membeliteknikal analisis Melakukan pembelian terhadap instrumen tertentu, baik untuk posisi baru atau untuk likuidasi posisi sebelumnya.
2. Menjual Melakukan penjualan terhadap instrumen tertentu, baik untuk posisi baru atau untuk likuidasi posisi sebelumnya.

3. Mengamati Memilih untuk tidak mengambil posisi baru atau melikuidasi posisi yang ada, atau telah memutuskan untuk menahan posisi hingga waktu atau harga tertentu.

Dan hasil analisa teknikal dari aktifitas tersebut memunculkan kenaikan atau penurunan harga. Jika pihak pembeli lebih kuat dibanding penjual, maka analisa teknikal harga tentunya akan mengalami kenaikan, dan begitu juga sebaliknya. Semakin banyak pihak yang meminta, maka analisa teknikal harga akan semakin tinggi, dan jika semakin banyak pihak yang menawarkan maka semakin rendah pula harga. Hal ini terjadi karena pasar adalah tempat perdagangan maka hukum supply & demand tetap berlaku.

Untuk mengenali analisa teknikal apakah harga mengalami kenaikan, penurunan atau bergerak dalam area yang terbatas, kita membutuhkan data yang mencakup harga sekarang dan harga-harga sebelumnya. Keseluruhan  data analisa teknikal tersebut kemudian ditampilkan ke dalam grafik atau chart, yang saat ini sudah tersedia secara atomatis melalui software tertentu atau trading platform yang ada. Dan itu tentunya analisa teknikal tersebut sangat memudahkan proses analisa.

Ketika melihat grafik analisa teknikal, Anda akan menemukan harga bergerak naik, turun atau datar secara berlulang-ulang, dari sinilah proses pengenalan tren harga dapat kita lakukan, dan kemudian mengenali ciri-cirinya masing-masing untuk dimanfaatkan pada kesempatan analisa teknikal berikutnya.
analisa teknikal
Figure 1 Alur kerja analisa teknikal
Seperti yang diperlihatkan dalam diagram 1, proses analisa teknikal dimulai melalui grafik untuk mengenali tren kemudian mencari peluang untuk menciptakan keuntungan.
{break}
Asumsi dasar

Untuk membangun pemahaman dan pengetahuan tentang analisa teknikal selanjutnya, ada 3 asumsi dasar yang perlu diketahui:
1. Market discount everything

Yang pertama adalah bahwa analisa teknikal pasar merupakan cerminan dari segala sesuatu. Perubahan harga yang terjadi di pasar adalah hasil dari tindakan (pembelian atau penjualan) yang diambil oleh para pelaku dengan beragam latar belakang, informasi, pengetahuan dan emosi yang berbeda.

Melalui pengamatan terhadap perubahan harga yang terjadi di pasar sudah cukup bagi seorang analis untuk memperkirakan analisa teknikal pergerakan harga selanjutnya.

2. Prices move in a trend

Analisa teknikal harga cenderung bergerak ke arah yang sama selama beberapa periode.  Pergerakan tersebut dapat naik, turun atau bergerak dalam area tertentu (sideway) membentuk pola-pola yang efeknya dapat dikenali. Analisa teknikal percaya bahwa harga tidak bergerak secara acak, sehingga dapat diperkirakan. Jika harga suatu aset bergerak naik pada akhir minggu ini, maka minggu depan pergerakan tersebut cenderung berlanjut, sampai tanda analisa teknikal berakhirnya kenaikan muncul secara jelas.

3. History repeats itself

Pola-pola analisa teknikal tertentu yang dibentuk oleh pergerakan harga yang terjadi di masa lalu akan terulang kembali dan menimbulkan efek yang sama di masa depan. Analis teknikal percaya bahwa perilaku transaksi manusia yang didorong oleh informasi, keinginan dan emosi secara masal cenderung akan berulang, misalnya analisa teknikal sekerumunan massa yang melakukan antrian akibat kelangkaan minyak tanah pada saat ini akan kembali mengulang perilakunya di masa depan ketika menghadapi situasi yang sama.
{break}

Alat analisa teknikal

Seorang trader atau investor hanya membutuhkan harga dan volume untuk dapat melakukan analisa teknikal. Dimana harga adalah nilai uang dari aset yang diperdagangkan, dan volume adalah jumlah transaksi. Kedua data ini, kemudian dimunculkan dalam grafik yang akhirnya menjadi objek utama analisa teknikal.

Tipe-tipe grafik

Dalam analisa teknikal, model grafik ada berbagai macam, namun dalam perkenalan ini kita akan membahas tiga yang paling populer.
1. Line chart
Analisa teknikal Grafik ini hanya berisikan sebuah garis yang menghubungkan penutupan perdagangan yang satu dengan yang lain. Misalnya jika pada hari pertama perdagangan harga berakhir di level 300, dan di hari kedua ditutup di harga 200 dan di hari ketiga di harga 400 seperti pada gambar 2, maka garis lurus dapat digambar dari 300 menuju 200 kemudian 400, dari arah kiri ke kanan.
teknikal analisis chart line
Gambar 2 Line Chart
Sebuah analisa teknikal line chart memiliki pergerakan yang jelas dan halus tetapi tidak menyediakan informasi harga tertinggi, terendah dan harga pembukaan setiap sesi, akibatnya fluktuasi analisa teknikal pasar tidak terlihat selama periode tersebut. Tergantung strategi yang anda memilih, hal ini dapat berarti atau tidak.
{break}
2. Bar chart
Analisa teknikal bentuk bar chart menyerupai batang yang memiliki tangkai di kiri dan kanan, dan memiliki informasi yang lebih lengkap, berisi harga pembukaan, tertinggi, terendah dan penutupan.

Harga buka pasar berada pada tangkai kiri, dan penutupan pada tangkai kanan. Sementara ujung dari batangnya mewakili harga tertinggi dan terendah dalam satu periode perdagangan.
analisa teknikal bar chart
Gambar 3 Struktur bar chart
3. Candlestick chart
Analisa teknikal Candlestick merupakan grafik tertua yang ditemukan oleh analis teknikal. Struktur tubuhnya menyerupai lilin, dan memiliki unsur yang sama dengan bar chart, terdapat data Open, High, Low dan Close pada setiap sesinya.

Harga yang mengalami kenaikan biasanya dibentuk dengan warna terang, dan harga turun dengan warna gelap. Selain berfungsi sebagai salah satu tipe grafik, candlestick juga memiliki model analisa tersendiri yang telah luas digunakan oleh trader di dunia.
analisa teknikal Candlestick chartGambar 4 Candlestick chart
Seluruh model grafik memiliki keunikan tersendiri, seseorang mungkin saja lebih menyukai line chart dibanding bar ataupun candlestick. Observasilah ketiganya, temukan mana yang Anda minati.

Dalam gambar 5 di atas, analisa teknikal grafik line yang berada pada posisi paling kiri menampilkan harga lebih halus dibanding grafik bar ataupun candle. Namun line chart tidak memiliki data intraday yang cukup penting, misalnya harga perdagangan tertinggi atau terendah sepanjang periode tersebut, sehingga line chart banyak digunakan hanya untuk mempermudah pengenalan tren, sementara bar dan candle lebih banyak digunakan untuk analisa teknikal peluang-peluang transaksi, jangka pendek dan menengah.
Analisa teknikal Grafik line
Gambar 5 Analisa teknikal Grafik line, bar dan candlestick untuk Euro Daily, Mei 2009  {break}

Analisa teknikal Indikator dan oscillator

Indikator teknikal adalah hasil perhitungan matematis yang inputnya berdasarkan pada dua hal; harga dan volume. Sebuah indikator dapat disusun dengan hanya mempertimbangkan harga, atau hanya volume atau kombinasi dari keduanya.

Perbedaan indikator dan oscillator dalam analisa teknikal terletak pada batasan perhitungannya. Indikator tidak memiliki batas atas dan bawah, misalnya analisa teknikal Moving Averages. Sementara oscillator biasanya bergerak terbatas di dalam area tertentu, misalnya 0 sampai 100 seperti RSI dan Stochastic, atau bergerak diantara area positif dan negatif dengan area tengah 0, seperti MACD. Namun, secara praktis, indikator dan oscillator tidak harus dibedakan sedemikian rupa, karena analisa teknikal keduanya menggunakan dasar dan memiliki manfaat yang sama.

Dua manfaat analisa teknikal indikator dan oscillator adalah:

1. Menentukan tren dan mengukur kualitasnya

Dalam kategori analisa teknikal ini, terdapat indikator yang dapat membantu trader untuk mengenali/ menentukan sebuah tren yang terjadi, seperti penggunaan Moving Average(MA), kemudian mengukur kekuatan nya seperti Average Directional Movement Index (ADX), mengukur tingkat volatilitas harga , seperti Average True Range (ATR), dan mengukur tingkat kecepatan perubahan harga, misalnya Momentum.

2.Menentukan level entry dan exit

Penggunaan indikator tidak bisa dianggap remeh dalam membantu seorang trader untuk menentukan pengambilan posisi beli atau jual. Setiap analisa teknikal indikator biasanya memiliki metode sendiri dalam menghasilkan sinyal. Moving Average misalnya, menghasilkan sinyal beli ketika penutupan harga berhasil melampaui garis MA, atau ketika terjadi crossover antara MA periode lebih pendek ke atas MA periode lebih panjang.{break}

Tips memilih indicator

Pilihlah indikator yang paling cocok dan mudah untuk Anda gunakan dalam menganalisa teknikal. Gunakan sesedikit mungkin indikator agar sistem Anda tidak terlalu rumit dalam melakukan analisa teknikal. Pilihlah indikator berdasarkan fungsinya masing-masing. Misalnya: Moving average untuk mengenali tren dan RSI sebagai filter atau mencari sinyal konfirmasi. Amatilah perilaku indikator terhadap harga dengan mengujinya. Kenali pada kondisi apa saja indikator tersebut berfungsi dengan baik dan pada kondisi apa saja mengalami gangguan.

Review
  • Analisa teknikal adalah studi terhadap perilaku pasar untuk mengenali peluang trading.
  • Ada tiga buah asumsi dasar yang menjadi fondasi analisa teknikal; Market discount everything, price moves in trend dan histroty repeat it self.
  • Analisa teknikal membutuhkan dua jenis data untuk menganalisa yaitu harga dan volume. Indikator dan alat lainnya dibuat berdasarkan dua data tersebut.
  • Tiga jenis grafik yang paling populer yaitu line chart, bar chart dan candlestick chart.
  • Indikator dan oscillator dibedakan berdasarkan area pergerakan tetapi memiliki interpretasi yang sama.

CFD fundamental | Contract For Difference


Faktor penggerak Fundamental - CFD (Contract For Difference)

Harga CFD sangat berhubungan dengan harga saham yang menjadi induknya, sehingga CFD sangat vital bagi Anda untuk mengetahui kondisi fundamental saham perusahaan yang bersangkutan. Faktor-faktor ini termasuk:
  1. Sektor perusahaan
  2. Kapitalisasi pasar
  3. Kemampuan menghasilkan keuntungan   
  4. Rasio P/E   
  5. Pendapatan
1.      Sektor perusahaan

Kondisi sektor CFD dalam lingkungan industri yang dialami perusahaan sangat penting untuk dipahami agar keputusan transaksi dapat dilakukan dengan baik. Sebagai contoh misalnya pada tahun 2001, CFD saham sektor teknologi terpukul akibat kondisi yang tidak menentu pada sektor tersebut. Sementara pada tahun 2008, sektor perbankan yang terkena pukulan akibat krisis keuangan yang pertama kali mendera AS, kemudian berimbas ke ekonomi global.

2.      Kapitalisasi pasar

Secara umum, lebih baik bertransaksi saham CFD yang memiliki kapital besar dibanding saham yang berkapitalisasi kecil. Hal ini diperlukan untuk menjamin tidak terjadinya manipulasi oleh satu atau sebagian kecil pihak saja. Likuiditas yang tinggi memberikan jaminan kepada Anda tentang kemudahan untuk menutup posisi tanpa mengalami gangguan yang berarti. CFD atau saham yang berkapitalisasi kecil akan sangat mudah dimanipulasi oleh sebagian kecil pelaku pasar, atau oleh manajer investasi tertentu.

Hal ini juga yang membuat sebagian besar CFD yang ditawarkan oleh broker global adalah CFD yang memiliki kapital besar.
{break}
3. Kemampuan menghasilkan keuntungan

Sebuah perusahaan yang saham atau CFD-nya layak dibeli adalah perusahaan yang secara kontinyu menghasilkan keuntungan. Demikian juga sebaliknya, CFD atau saham yang layak dijual adalah saham yang perusahaannya kurang mampu menghasilkan keuntungan dengan baik. Ketika Anda memperhatikan kemampuan tersebut, pastikan Anda memeriksa beberapa faktor dibawah ini:

Net income – Atau pendapatan bersih ini adalah jumlah pendapatan yang dihasilkan oleh perusahaan setelah dikurangi seluruh biaya. Perusahaan yang CFD atau sahamnya layak dibeli adalah yang memiliki pendapatan bersih yang tinggi, yang jika memungkinkan, merupakan tertinggi dari rata-rata perusahaan yang ada pada industri yang sama.

ROE (Return on Equity) – CFD Sebuah perusahaan yang menghasilkan kinerja hasil berbanding ekuitas ini adalah perusahaan yang memiliki pertumbuhan kuat, yang jika mungkin memiliki ROE tertinggi dalam industrinya, adalah perusahaan yang layak untuk dibeli. ROE, dapat diperoleh melalui formula sebagai berikut:

Cashflow positif– Adalah jumlah dana atau modal likuid yang dimiliki oleh perusahaan tersebut yang digunakan untuk membayar biaya operasional atau hutang-hutang jangka pendek mereka. Sangat mungkin bagi sebuah perusahaan untuk memiliki cashflow negatif, walaupun CFD perusahaan tersebut berada dalam kondisi pertumbuhan dan menghasilkan keuntungan yang tinggi. Namun dana likuid yang cukup menjamin perusahaan tidak akan kesulitan dalam hal pembayaran tertentu. Perusahaan bisa saja menanam dana mereka ke dalam investasi tidak likuid, seperti pada tanah, mesin, gedung dll, yang tidak siap setiap saat jika diperlukan.

4. Rasio P/E

Rasio P/E adalah harga sebuah saham atau CFD perusahaan dibanding penghasilannya. Perusahaan yang menghasilkan keuntungan tinggi dan memiliki harga saham atau CFD yang rendah, berarti memiliki rasio P/E tinggi dan layak untuk dibeli. Dan sebaliknya, perusahaan yang memiliki harga saham rendah dan tingkat keuntungan yang juga rendah, merupakan saham yang tidak layak untuk dibeli. P/E dapat dihitung melalui formula:

Ketika memilih saham perusahaan, harga sendiri bukan merupakan faktor yang layak dijadikan pegangan untuk menentukan murah atau tidaknya sebuah saham atau CFD.
{break}
 cfd
Tabel 1: Review rasio P/E
Tabel 1 memberikan gambaran bahwa harga sendiri bukanlah merupakan faktor penentu murahnya sebuah saham atau CFD. Kelihatannya saham C adalah yang termurah, terlihat pada tabel pada baris pertama, namun pada kenyataannya tidaklah demikian, karena penghasilan yang perusahaan C sangatlah rendah, sehingga rasio P/E-nya juga paling tinggi. Dengan demikian, CFD saham perusahaan C merupakan yang termahal dibanding kedua rekannya yang lain. Dan saham A adalah yang relatif termurah berbanding penghasilannya, karena memiliki rasio P/E terendah.

5. Penghasilan

Penghasilan yang dilaporkan oleh perusahaan dapat secara signifikan mendorong penguatan saham dan CFD-nya, terutama jika laporan tersebut lebih tinggi dibanding perkiraan pasar. Penghasilan yang dilaporkan dibawah perkiraan tersebut, sebaliknya malah dapat menekan harga saham perusahaan.
cfd Saham Well’s Fargo
Gambar 1: Saham Well’s Fargo mengalami gap setelah laporan earnings.
Dalam gambar 1, CFD saham Well’s Fargo (WFC) ditutup pada harga $14.87. Setelah penutupan tersebut, perusahaan melaporkan penghasilan per saham mereka yang berada di atas harapan pasar sebelumnya. Analis memperkirakan penghasilan WFC hanya mencapai $0.41 per saham, sementara hasil aktual yang dilaporkan, WFC berhasil mengantongi keuntungan sebesar $0.55 sen per saham. Akibatnya, pada saat pembukaan pasar esok harinya, CFD saham WFC mengalami gap dan ditutup di harga $19.53.

Contoh diatas cukup untuk menggambarkan betapa pentingnya data penghasilan per saham, karena kemampuannya yang tinggi dalam mendorong atau menekan harga.

Fundamental Minyak Mentah


Faktor penggerak harga minyak mentah

Minyak mentah mempunyai persamaan seperti yang telah didiskusikan dalam pembahasan faktor penggerak harga emas, sangat penting memperhatikan faktor-faktor yang dapat memicu pergerakan harga komoditi. Agar dapat membantu Anda mengenali peluang dan mengelola aktifitas transaksi.

Di bawah ini adalah beberapa factor fundamental minyak mentah yang penting untuk Anda amati, yang mampu menggerakkan harga minyak mentah secara dramatis.

Penawaran dan persediaan

Tingkat penawaran atau persediaan minyak mentah di dunia adalah faktor paling fundamental. Penurunan harga minyak yang sangat tajam dari pertengahan hingga akhir tahun 2008 lalu diakibatkan oleh pembengkakan stok minyak mentah. Saat negara produsen minyak mulai mengurangi produksi mereka, kebutuhan minyak justru terus meningkat. Kondisi ini mendorong kembali kenaikan harga yang dimulai sejak awal hingga pertengahan tahun 2009.

Ketegangan politik yang terjadi pada kawasan atau negara-negara penghasil minyak terutama kawasan Timur Tengah, berdasarkan catatan sejarah, telah mempengaruhi harga minyak mentah di pasaran dunia. Setiap gangguan yang dapat mempengaruhi persediaan minyak baik nyata atau hanya sekedar rumor dapat mempengaruhi harga secara dramatis.

Permintaan

Sektor ekonomi hingga saat ini masih menggunakan sumber utama minyak mentah sebagai bahan bakar produksi dan transportasi. Sehingga jika pertumbuhan ekonomi dunia melaju dengan cepat, maka demikian juga dengan permintaan terhadap minyak mentah. Semakin cepat pertumbuhan ekonomi berjalan, akan semakin tinggi pula permintaan minyak.

Akselerasi pertumbuhan ekonomi biasanya lebih cepat pada negara-negara berkembang atau emerging nations. Seperti pertumbuhan ekonomi pada negara China yang melesat dan telah menciptakan permintaan minyak mentah yang luar biasa besar. Proses pemulihan ekonomi dari krisis juga turut meningkatkan permintaan minyak mentah karena pelaku ekonomi membutuhkan lebih banyak bahan bakar dibandingkan saat krisis terjadi.

Lindung nilai dari inflasi (spekulasi)

Terdapat hubungan erat antara harga minyak mentah dunia dengan inflasi yang terjadi, terutama pada negara berkembang, seperti yang terjadi di Indonesia, harga minyak mentah berdampak 4,3% terhadap inflasi.

Di pasaran dunia, harga minyak mentah umumnya bergerak berlawanan dengan inflasi. Investor biasanya membeli minyak mentah (seperti halnya membeli emas) pada saat penurunan US Dollar untuk melindungi nilai dari aset mereka (hedging). Ditambah lagi, bahwa hampir seluruh minyak mentah diperdagangkan dengan dasar USD, sehingga setiap kali kenaikan tekanan terhadap dollar terjadi, dukungan terhadap kenaikan harga minyak mentah semakin tinggi.

Fundamental emas dan perak


Emas dan perak adalah faktor penggerak harga

Emas dan perak salah satu instrumen trading yang dapat diperdagangkan, sebelum mengambil keputusan trading emas dan perak ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan untuk membantu Anda dalam mengambil keputusan untuk  bertransaksi di emas dan perak.

Biasanya pergerakan harga perak mengikuti harga emas, sehingga dalam mempelajari penggerak harga emas, Anda juga dapat mempertimbangkannya sebagai faktor yang dapat menyebabkan perubahan harga perak. Faktor-faktor tersebut adalah:

1. Persediaan emas dan perak

Berita apa saja yang mengindikasikan terancamnya persediaan emas dan perak dapat membuat harga emas dan perak melonjak naik. Sebagai contoh, demonstrasi atau keributan yang terjadi pada negara penghasil emas dan perak seperti Afrika Selatan dapat menyebabkan kenaikan harga, karena emas dan perak merupakan komoditi yang memiliki sumber terbatas.

2. Even politik

Ketika masalah geo-politik muncul ke permukaan, investor finansial dengan cepat akan mengambil tindakan untuk mengamankan investasi mereka, dan biasanya emas yang telah dikenal selama berabad-abad dengan istilah “safe haven investment” akan dipilih sebagai jalan keluar dibanding seluruh instrumen investasi lain.

Peristiwa penyerangan 9/11 ke Amerika Serikat yang lalu, yang akhirnya mencuatkan isu terorisme global dan membuat anjlok hampir seluruh harga instrumen investasi, merupakan satu contoh peristiwa politik yang membuat harga emas dan perak meningkat tajam.

Peristiwa lain seperti; meningkatnya ketegangan antara India-Pakistan, di jalur Gaza, atau AS-Irak di Timur Tengah dapat membuat investor melarikan dana mereka ke emas, dan menyebabkan harga emas dan perak meningkat tajam.

3. Inflasi

Emas merupakan instrumen ideal untuk melindungi aset Anda (hedging) dari grogotan  inflasi. Kenaikan inflasi terutama terhadap US Dollar yang merupakan basis utama nilai tukar dunia, akan mendorong investor mengalihkan dananya ke emas. Emas diperdagangkan terhadap USD, sehingga selain merupakan safe haven investment, ia juga secara langsungakan mengalami kenaikan ketika mata uang dollar mengalami penurunan.

4. Sukubunga

Kenaikan atau penurunan suku bunga sangat berpengaruh terhadap harga emas. Pemotongan suku bunga terutama oleh Federal Reserves (bank sentral AS) akan menyebabkan turunnyatingkat pengembalian seluruh investasi dollar, dan mendorong investor mengalihkan dananya ke emas, sehingga harga emas meningkat tajam.

Sebaliknya, jika the Fed, menaikkan suku bunga beberapa kali dapat mendorong kenaikan yield investasi dollar, dan membuat arus investasi keluar dari emas sehingga mengakibatkan anjolknya harga komoditi ini.

Fundamental Indeks harga Saham gabungan


Penggerak indeks harga saham gabungan

Fundamental Indeks harga Saham gabungan sejak ekonomi internasional mulai menggunakan sistem perekonomian modern, indeks harga saham gabungan telah dijadikan sebagai indikator perubahan siklus bisnis. Memulai kenaikan harga ketika siklus bisnis mulai menguat dan mencapai puncak bersamaan dengan pertumbuhan bisnis.Fundamenatal indeks harga saham gabungan sangat penting untuk memperhatikan kondisi ekonomi melalui indikator secara keseluruhan, mulai dari indikator makro hingga pada sentimen pasar.

1. Event pasar

Sejarah perjalanan indeks harga saham gabungan telah membuktikan bahwa kejadian-kejadian penting sektor ekonomi dapat mendorong lonjakan atau anjloknya harga indeks harga saham gabungan. Sebut saja great crash tahun 1929, kemudian booming Tronics pada awal 1960-an, booming dotcom pada 1990-an hingga krisis ekonomi terakhir. Semua peristiwa itu tercatat sebagai fundamental faktor besar yang menghantam atau mendorong indeks harga saham gabungan.

Indeks harga saham gabungan Dow Jones misalnya, mengalami penurunan dari 14,300 hingga ke harga 6,500 akibat fundamental kredit bermasalah yang menimpa perbankan. Kemudian disusul oleh indeks utama lain seperti indeks harga saham gabungan Hang Seng yang turun drastis dari level 28,000 menjadi hanya 10,000 (lihat gambar 1 dan 2).
Indeks harga Saham gabungan dow jones
Gambar 1: Dow Jones crash akibat krisis finansial 2008.
indeks harga saham gabungan hang seng
Gambar 2: Hang Seng mengikuti crash beberapa bulan setelah Dow

2. Indikator ekonomi

Fundamental indeks harga saham gabungan dan kondisi ekonomi merupakan faktor penting bagi pergerakan indeks harga saham gabungan. Jika kondisi yang digambarkan oleh indikator ekonomi terus membaik, maka pergerakan bullish biasanya akan terjadi pada pasar indeks harga saham gabungan. Demikian pula sebaliknya, jika ekonomi dilaporkan memburuk, maka indeks harga saham gabungan akan merespon dengan pergerakan bearish.

Dengan kata lain, fundamental indeks harga saham gabungan ekonomi memiliki kekuatan tersendiri bagi pergerakan pasar dan faktor ini tidak boleh diabaikan. Jika ekonomi dalam kondisi buruk, belum tentu laporan beberapa saham individual dapat mengubah arah pergerakan harga indeks harga saham gabungan.
{break}
Untuk memonitor kondisi ekonomi, ada beberapa indikator yang perlu diperhatikan. Antara lain: Data GDP (Gross Domestic Product)

Salah satu cara terbaik untuk mengetahui kondisi fundamental indeks harga saham gabungan ekonomi adalah dengan mengamati data GDP, karena mengandung total output ekonomi suatu negara.

GDP menjadi penting karena 2 faktor dibawah ini;
  1. Menunjukkan seberapa cepat/ lambat pertumbuhan ekonomi suatu negara, pada kuartal terkini dibandingkan triwulan sebelumnya. Digunakan untuk membandingkan kekuatan ekonomi dan percepatan pertumbuhan satu negara dibandingkan negara lainnya.
     
  2. Amerika Serikat diketahui memiliki volume ekonomi 40% dari total perekonomian dunia. Setelah mengalami penurunan GDP yang berkelanjutan, isu ekonomi ini dengan cepat tersebar menjadi ancaman internasional.
Unemployment Rates

Sektor ketenagakerjaan merupakan faktor terpenting dalam fundamental ekonomi karena selain menunjukkan seberapa besar ekonomi mampu menyerap tenaga kerja, juga merupakan indikator harapan ekonomi kedepan.

Pengangguran yang rendah akan meningkatkan pengeluaran masyarakat, yang membeli produk atau jasa tertentu yang pada akhirnya akan meningkatkan penjualan perusahaan-perusahaan. Demikian juga sebaliknya, tingginya pengangguran berarti minimnya pendapatan perusahaan, yang akhirnya dapat mendorong perusahaan melaksanakan kebijakan efisiensi yang lain.

Biasanya jika tingkat pengangguran sudah mencapai angka 6 atau 7%, pemerintah akan mengeluarkan kebijakan stimulus yang diharapkan memacu pertumbuhan ekonomi.

Bagi AS, tingkat pengangguran ini sudah menjadi fokus sejak krisis tahun 2001 lalu, ketika pengangguran mencapai angka 6%, walau sempat pulih hingga 4,6% pada tahun 2007, namun kemudian meningkat kembali hingga mencapai 8.8% pada bulan Mei 2009.

Retail Sales

Data penjualan eceran yang mengukur jumlah barang yang berhasil dijual setiap bulannya. Data ini juga menunjukkan seberapa tinggi konsumen membelanjakan uang mereka dan harapan buat kelanjutan hidup produsen.

Penjualan yang tinggi dapat meningkatkan keuntungan perusahaan serta mendorong perusahaan tersebut melakukan ekspansi. Sehingga dapat kembali menyerap tenaga kerja.

Dengan demikian, semakin baik laporan penjualan ritel, maka akan semakin bagus pula pergerakan yang ditimbulkan oleh pasar. Terutama indeks harga saham gabungan, karena merupakan representasi kinerja banyak perusahaan.

Seperti yang terjadi pada tanggal 14 April 2009, retail sales dilaporkan anjlok 1.1%. indeks harga saham gabungan Dow Jones merespon data tersebut dengan penurunan 137 poin atau pelemahan sebesar 1.7%.

Fundamental Forex


Faktor penggerak pasar

Fundamental forex adalah metode analisa yang menitik beratkan pada rasio finansial dan kejadian - kejadian yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi pergerakan pasar mata uang

Harga mata uang seperti halnya harga saham atau komoditi lain, bergerak naik dan turun berdasarkan aturan permintaan dan penawaran. Permintaan yang tinggi akan mendorong mata uang mengalami penguatan dan rendahnya permintaan dapat melemahkan harga mata uang.

Faktor-faktor fundamental forex penting yang dapat mempengaruhi tinggi atau rendahnya permintaan terhadap mata uang dapat dikategorikan sebagai berikut:
  1. Suku bunga   
  2. Kinerja ekonomi   
  3. Event politik   
  4. Sentimen pasar   
  5. Intervensi pemerintah

1. Suku bunga (Interest rates)

Sangat penting untuk memperhatikan tingkat suku bunga dari mata uang, karena fakta fundamental forex   penting yang menggerakkan pasar adalah suku bunga mata uang tersebut.

Uang atau modal akan mengalir masuk ke negara yang menawarkan bunga atau yield yang lebih tinggi. Semakin tinggi suku bunga, maka semakin tinggi arus modal yang masuk, dan dengan sendirinya akan meningkatkan permintaan mata uang negara yang bersangkutan.

2. Kinerja Ekonomi

Beberapa data ekonomi merupakan fundamental forex yang indikator pentingnya menunjukkan kesehatan ekonomi suatu negara. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi yang diperlihatkan oleh data atau indikator tersebut, fundamental forex akan mendorong laju inflasi yang kemudian dapat membuat bank sentral menaikkan tingkat suku bunga.

Umumnya lembaga riset atau perbankan telah memiliki (dan mempublikasikan) perkiraan sebelum dirilisnya data ekonomi tersebut. Pasar juga biasanya akan bergerak sesuai dengan arah perkiraan fundamental forex tersebut untuk mengantisipasi lonjakan. Jika perkiraan baik, maka harga akan relatif menguat dan sebaliknya jika perkiraan buruk, maka harga akan relatif melemah. Lonjakan pergerakan harga umumnya terjadi jika di fundamental forex terdapat perbedaan yang berarti antara perkiraan pasar dan laporan aktualnya.
{break}
Berita fundamental forex penting yang dapat menggerakkan pasar adalah sebagai berikut:
Tabel 1: Laporan data ekonomi penting
{break}
3. Event politik

Pemilihan Umum (Pemilu), partai pemenang, presiden dan struktur kabinet, suhu politik internasional dan perang adalah beberapa factor fundamental forex politik yang dapat mempengaruhi pasar.

Dibandingkan instrumen lain, fundamental forex merupakan pasar yang paling responsif terhadap even politik, bahkan fundamental forex terkadang lebih besar dibanding efek yang ditimbulkan oleh faktor ekonomi.

Hal ini terjadi karena faktor keamanan suatu negara merupakan hal terpenting dalam investasi. Ketidakstabilan yang muncul dapat mendorong investor menarik dana dari negara tersebut dan menanamkannya ke negara lain yang lebih memiliki kepastian. Investor cenderung menarik dana dengan cepat pada sinyal fundamental forex apa saja yang mengindikasikan ketidakpastian kondisi, sebagai contoh Thai Baht pernah didevaluasi 10% akibat terjadinya kerusuhan di Thailand.

4. Sentimen Pasar

Sentimen fundamental forex yang terbentuk mengacu pada terpenuhi atau tidaknya harapan pasar yang terjadi berulang kali. Pelaku pasar mengambil posisi berdasarkan harapan mereka ke depan dengan bercermin pada apa yang terus menerus terjadi. Dalam kondisi dimana sentimen negatif terbentuk cukup kuat, pasar akan terus mendorong pelemahan mata uang. Bahkan laporan fundamental forex dan berita ekonomi yang baik bersamaan dengan keputusan naiknya suku bunga-pun belum tentu dapat secara konsisten mengubah pergerakan harga.

5. Intervensi pemerintah

Bank sentral dapat melakukan intervensi di pasar mata uang, dengan melakukan pembelian atau penjualan, sepanjang fundamental forex pergerakan pasar tidak sesuai dengan kebijakan moneter yang dianut. Intervensi fundamental forex kadang dilakukan bersamaan atau bekerjasama dengan negara lain untuk memperkuat efeknya terhadap mata uang.

Untuk merangkung secara sederhana mengenai fundamental forex faktor penggerak pasar, suku bunga dan tingkat inflasi adalah hal pertama yang perlu diperhatikan, karena mempengaruhi arus uang. Tingkat inflasi mempengaruhi suku bunga dan produktifitas. Kedua adalah faktor kepercayaan, karena fundamental forex merupakan gambaran sentimen terhadap ekonomi. Ketiga adalah faktor kebijakan moneter yang dapat memicu intervensi.

Yang perlu diperhatikan juga adalah hasil perdagangan internasional, terutama dari Amerika Serikat yang berulang kali membentuk defisit terbesar.